Tidak seperti forum kementerian sebelumnya. Kali ini, rapat tiga hari membahas tentang pematangan pembentukan Pokja RAN Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak dalam Konflik Sosial (P3AKS) begitu diwarnai dengan momen bernyanyi dan menarik bersama partisipan dan perwakilan kementerian. Sangat akrab dan serius karena forum diselenggarakan mulai jam 8.30 pagi sampai jam 10 malam hari. Tidak pernah dalam hidup saya bekerja dengan kementerian melihat begitu anthusiasnya peserta yang tidak berkurang jumlahnya mulai dari hari pertama sampai penutupan. Workshop yang diselenggarakan pada tanggal 28-30 Sept 2016 mampu menjadi tonggak kebangkita kembali NAP 1325 di Indonesia, yang sekarang kita kenal dengan RAN P3AKS.
Ada tiga hal penting yang perlu dihighlight dari pidato penutupan Deputi Perlindungan Perempuan dan Anak, Prof. Venesa tentang komitmen KPPPA ke depan yaitu; Pertama, terkait dengan program, dimana forum merekomendasikan untuk memperkuat program RAN P3AKS pada reformasi pendidikan, penguatan Early Warning System berperspektif gender, audit kebijakan berpotensi konflik, dan pedoman penanganan konflik sosial berperspektif HAM dan mendukung berfungsinya kembali SNPK sebagai data base terintegrasi. Ibu Venne juga menekankan pentingnya mengintegrasikan Pokja RAN P3AKS menjadi bagian dari Tim Terpadu, agar kordinasi KL terkait dengan penanganan konflik sosial bisa lebih terkonsolidasikan secara baik. Dan yang terakhir adalah perbaikan perbaikan kebijakan penanganan konflik sosial lintas kementerian.





