Suasana sunyi. gelap dan dingin mengiris. Tak ada satu orangpun berani keluar dari rumahnya, ketika Raibah dijemput oleh rombongan TNI di rumahnya di atas bukit. Tak satupun anggota keluarganya diperbolehkan menemaninya. Raibah sendiri saja.
Hari itu genap dua puluh lima hari Raibah melahirkan. Kondisinya juga masih lemas. Tidak diberitahu alasan penangkapannya, Raibah lantas digiring ke markas TNI terdekat, di kecamatan Tapak Tuan. Tidak merasa bersalah, Raibah menghadapi petinggi TNI dengan percaya diri dan penuh waspada. Setelah enam jam pemeriksaan intensif, akhirnya dia dipulangkan ke rumahnya.
Raibah, satu dari banyak perempuan akar rumput yang berjuang untuk membumikan perdamaian di desanya. Keyakinannya akan non violence action, mengajarkan kepada kita untuk yakin bahwa penyelesaian konflik dengan tanpa kekerasan akan membawa perdamaian yang lebih lestari. Cara-cara non violence yang dipraktekkan perempuan tidak ternarasikan dengan kuat di publik. Ini karena upaya-upaya perempuan dalam menjaga perdamaian dianggap bukanlah sebuah cerita heroik. Cerita-cerita tersebut banyak terkubur bersama dengan kesibukan domestik dan peran-peran reproduksinya.

