Resolusi 2242 adalah resolusi terbaru Dewan Keamanan PBB yang diterbitkan pada tanggal 15 Oktober 2015, pada saat 15 tahun peringatan pelaksanaan Resolusi 1325. Ini adalah resolusi satu-satunya yang menghubungkan situasi perempuan dengan perubahan konteks global, dimana isu extrimisme yang juga berdampak serius pada gender-based violence. Kedua, resolusi ini juga menyerukan pada negara anggota PBB untuk mengintegrasikan agenda perempuan, perdamaain dan keamanan dengan counter-terrorism dan countering-violent extremism. Juga dibahas pentingnya mengintegrasikan gender sebagai cross-cutting issues dalam strategi counter terrorism. Untuk mengkonkritkan bagaimana pendekatan multilateral berkontribusi secara praktikal dalam pelaksanan perempuan, perdamaian dan keamanan dan PVE/CVE. Misi Permanen Australia bersama dengan the Global Center on Cooperative Security dan the Institute of Inclusive Security menyelenggarakan sehari workshop pada tanggal 28 April 2016, dengan tema “Womenand Countering Violent Extremism (CVE): Exploring and Integrated Aproach that Bridges Security, Development and Human Rigths” di kantor Misi Permanen Australia, New York. Pada tanggal 29 Mei 2016, Misi Permanen Lituania juga menyelenggarakan workshop serupa di kantor UN ruangan 6 dengan tema yang tidak terlalu berbeda.
Sebuah ruang refleksi perempuan untuk memikirkan kembali konsep perdamaian melalui kajian filosofis perempuan dan perdamaian, serta praktek-praktek terbaik perempuan dalam perdamaian di Nusantara.
Tampilkan postingan dengan label Women and Countering Violent Extrimism. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Women and Countering Violent Extrimism. Tampilkan semua postingan
Senin, 16 Mei 2016
Women and CVE: Exploring and Integrated Approach that Bridges Security, Development and Human Rigths
Langganan:
Postingan (Atom)
