Minggu, 26 November 2017

Maintreaming Gender in the Indonesia NAP on PVE

Pada 15 Januari 2016, Sekjend PBB merilis laporan tentang Plan of Action on Preventing Violent Extremism (PVE) yaitu  kerangka kerja bersama pemerintah untuk merespon isu violent extrimism dan juga condusive to terrorism (yaitu situasi yang mendorong pada tumbuhnya terorisme). PoA PVE ini dikeluarkan karena pertumbuhan dan perkembangan kelompok teroris seperti  ISIL, Al-Qaedah, Buko Haram dan kelompok-kelompok yang lainnya telah sedemikian rupa menyebarkan peamahaman intoleransi, kekerasan, dan propaganda kebencian, yang berakibat pada krisis kemanusiaan yang meluas. 

Sebelum PBB meluncurkan Plan of Action on PVE, telah ada sejumlah Resolusi yang dikeluarkan oleh Dewan Keamanan PBB menyikapi terorisme dan extremisme. Setelah serangan 11 September 2011,  PBB mengadopsi Resolusi 1373 tentang the Counter Terrorism Committee (CTC). Lima tahun kemudian, (2006), Ada konsensus untuk mengubah dari aksi reaktif ke arah pencegahan dan lebih komprehensif dalam mendekati terorisme dengan bekerja pada wilayah “conditions conducive to the spread of violent extremism”,  (kondisi subur penyebar extrimisme), termasuk perkuat negara, dan penegakan hukum dan HAM sebagai basis menolak terorisme. Resolusi lain yang dikeluarkan adalah Resolusi DK 2122 tentang pentingnya meningkatkan perhatian pada perempuan, perdamaain dan keamanan, yang menjadi area relevan . Resolusi 2129 Pembentukan Counter-Terrorism Committee Executive Directorate (CTED). Resolusi 2178 mendorong negara-negara untuk perkuat komunitas lokal, aktor non negara membuat counter narasi, termasuk pemberdayaan anak-anak muda, keluarga, perempuan, kel agama, budaya dan pendidikan. 

Jumat, 27 Oktober 2017

Preventing Violent Extrimism: A Peacebuilding Perspective

Statement of the 6th Action Asia Peacebuilders’ Forum 

18 October 2017, Jakarta, Indonesia


We, 182 peacebuilders from twenty-one countries in Asia, Middle East, Canada and United States of America met in Jakarta, Indonesia for the 6th Action Asia Peacebuilders’ Forum on the 16th to 18th of October 2017 to gather as a community to discuss and explore solutions under the theme “Preventing Violent Extremism: A Peacebuilding Perspective”. 

We declare our firm collective commitment: 

We fervently uphold Action Asia’s shared vision of a world of justice and peace, where basic needs are met, and dignity and human rights are respected; 

Minggu, 30 Juli 2017

HASIL PERTEMUAN REGIONAL PENANGANAN TERORISME

Pokok Pokok press Briefing Menko Polhukam tentang Hasil 

Sub-Regional Meeting on Foreign Terrorist Fighters and Cross Border Terrorism: Enhancing Domestic and Collective Responses.
Manado, 29 July 2017


1. Pada hari ini, tanggal 29 Juli 2017, di Manado, Sulawesi Utara, kami baru saja menyelesaikan Pertemuan Sub-Kawasan terkait Kerja sama Penanggulangan Foreign Terrorist Fighters dan Terorisme Lintas Negara, bersama dengan Para Menteri dan Pejabat Tinggi dari Australia, Brunei Darussalam, Filipina, Malaysia, dan Selandia Baru.
2. Pertemuan kali ini, diselenggarakan sebagai tindak lanjut Pertemuan Internasional Penanggulangan Terorisme dan Konferensi Tingkat Tinggi tentang Penanggulangan Pendanaan Teroris yang telah berlangsung sebelumnya pada bulan Agustus 2016, di Bali, Indonesia.
3. Pertemuan ini juga merupakan respons atas perkembangan situasi dan ancaman keamanan di kawasan maupun internasional yang disebabkan oleh pergerakan Foreign Terrorist Fighters dan Terorisme Lintas Negara.